Engkaulah getar pertama yang meluluhkan hatiku
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku
Engkaulah mentari yang menyinari setiap pagi hariku
Engkaulah syair terindah yang menghiasi sel-sel otakku
Kau hadir saat aku dalam ketidakmengertian
Menariku dari tepi jurang yang dalam
Lelah dirimu dan aku meraih cinta
Membuni semua rasa ini
“Aku mencintaimu”
Entah kenapa.
Lembaran-lemabaran baru hidupku, kubuka perlahan. Kertas-kertas putih itu tampak masih bersih, pena ditangan hatiku. Menuliskan kisah cinta yang kini aku jalani. Kisah ini dimulai. Kenangan masa lalu yang suram ingin aku lupakan begitu saja. Karena begitu menyakitkan, menyesakkan hati ini. Yang dulu aku tak tahu arah hidupku, terbelenggu oleh rasa cinta yang tiada arti, hidup dalam ketidakpastian, semua terasa gelap dan hampa. Kini mulai terbuka mata hati ini, bahwa semua yang telah aku lakukan adalah salah. Sekarang aku mulai kembali untuk meraih seluruh harapan-harapan yang dulu sempat terkubur dalam hati yang hampa ini. Bahkan mungkin pernah aku lupakan dan tak pernah terpikirkan.
Hari-hari baru??? Akh… aku tak pernah takut lagi, aku kini berani untuk menghadapinya. Sekarang aku punya seseorang yang menemani aku, dan aku merasa lebih baik. Hidup… ku jalani dengan lebih tenang. Ketika masalah datang, aku tak terlalu pusing menghadapinya. Aku akan mencari kekasihku lalu aku telepon atau sms dia dan aku akan merasa tenang setelah mendengar jawabannya. Atau kalau aku lagi bersamanya, aku peluk tubuhnya, dan ku tenangkan semua perasaan yang ada dalam hatiku, sekejap jiwa gundahku ini menjadi tenang.
Sebenarnya hubunganku dengan dia baru berjalan dalam hitungan hari. Tapi aku merasa nyaman sekali bila memikirkan dirinya, apalagi kalau sedang bertemu dengan dirinya. Serasa tak ingin kulepas pegangan erat tangannya di sela-sela jemariku. Bagiku dia sangat berarti, lebih berarti dari segalanya. Kini aku ingin sekali menjaga semua rasa yang telah aku terima, dan aku akan memberikan hal yang sama, seperti yang telah dia berikan padaku.
***
Sangat membosankan, melewati hari yang selalu seperti ini. Yang selalu membuat aku merasa jenuh. Saat diriku merasa terpuruk dalam hidup, entah apa yang mesti aku lakukan dengan tujuan hidupku. Semua telah hancur, hancur berkeping-keping. Sebuah harapan yang aku gantungkan setinggi-tingginya kini jatuh terhempas begitu menyakitkan.
Sebuah kesalahan yang semestinya tak ku perbuat. Oh… Tuhan… ampuni hambamu ini. Apakah aku harus terus hancurkan hidupku ini yang telah rapuh??? Apa aku sudah tak dapat lagi memiliki harapan yang indah seperti dulu??? Semua kebahagiaan telah pergi meninggalkan diriku. Tak mampu aku bertahan dalam hidupku ini…
Berbulan-bulan aku mengurung diri. Menjauh dari semua kehidupan. Menutup hati pada makhluk yang bernama lelaki. Begitu sesak dada ini bila aku memikirkan sosok lelaki. Aku tak mampu membayangkan diriku yang telah hancur. Hancur berkeping-keping… tapi aku ingin bangkit Tuhan… aku ingin kembali seperti dulu… tapi apakah hal itu mungkin bagi diriku???
Setelah semua aku terus mengurung diri seperti itu, semakin dalam pedih ini aku rasakan.
“TUHAN… Haruskah aku mengalami semua ini, tak bisakah aku merasakan kebahagiaan yang membuat hati ini bear-benar bahagia.”
Setelah aku terus sendiri dalam hari-hariku ini, terkadang aku berpikir aku ingin memiliki seseorang yang dapat aku cintai kembali. Untuk dapat melupakan hal yang sangat menyesakan dalam diriku ini. Mungkin seorang pacar baru!! Yang dapat menemaniku saat sendiri. Menghiburku saat sedih. Memberika dukungan saat aku terjatuh. Tapi kadang aku berikir aku tak mau untuk putus cinta lagi, aku tak ingin hal yang salah kembali terulang dalam hidupku, sakit hati, luka lama yang kembali aku rasakan. Sudah tak sanggup lagi aku mengalami kisah cinta yang dulu pernah aku jalani.
“Cinta… Tak dapatkah aku merasakan keindahan dirimu???”
Mentari kembali menyinari bumi, tempat semua makhluk hidup melakukan aktivitasnya. Seperti biasa aku pun mengawali pagi ini dengan melakukan aktivitas yang sama. Ya… seperti itulah, mengulang suatu hal yang sama dan sama. Tapi hari ini ada sedikit yang berbeda. Saat aku membuka Account facebook ku, ada seorang yag meminta pertemanan pada facebook ku. Seorang cowok namun dengan nama yang begitu aneh…”Dark Kids”… akh… aku pikir dia hanyalah seorang cowok yang masih anak-anak yang hanya ingin bermain-main saja..
Tapi aku coba untuk menerima dia untuk menjadi temanku. Dan aku berpikir sejenak mungkin cowok ini sama saja sama cowok yang pernah aku kenal. Hanya seorang makhluk yang selalu menyakiti hati ku dan membuat aku bersedih.
Beberapa hari kemudia aku membuka kembali facebookku, ternyata cowok yang bernama Dark Kids menulis di wall ku untuk berterima kasih, karena aku sudah menerima pertemanannya. Yah… aku balas rasa terima kasihnya dengan cukup dingin. Karena aku tidak merasa ada yang istimewa saat aku melihat facebooknya dia.
“Cinta… Akankah engkau kembali hinggap pada hatiku, lalu pergi begitu saja. Oh… kuharap tidak…!!!
Kembali aku membuka facebookku saat aku merasa bosan. Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan facebookku ini, tapi entah mengapa aku untuk sekarang ingin sekali membuka kembali facebookkku kembali…
Saat aku membuka facebookku, ternyata cowok yang bernama dark kids kembali memberi pesan padaku… dia menanyakan apakah aku masih kuliah atau sudah kerja… akh… males banget sebenarnya aku untuk membalas orang yang belum aku kenal…
Sejenak aku berpikir, tapi tidak ada salahnya aku coba untuk berkenalan lebih jauh mungkin. So… aku kembali membalas pesannya dan ku berikan nomor HP ku pada orang itu.
Pertama aku gak berharap dia akan menghubungiku. Tapi ternyata keesokan harinya dia menghubungiku. Dia SMS aku, mengajak berkenalan. Lalu aku balas smsnya, “aku tunggu-tunggu, baru sekarang kamu menghubungi aku”…
“ TUHAN… seperti inikah !?!
“ Bumi… Haruskah aku kembali terlarut dalam godaan mu yang selalu akhirnya menyakitkan.”
Semua berawal dari situ, kita berkenalan lewat facebook, SMSan, saling mengenal, dan sampai akhirnya kita bertemu.
“memandang dalam mata ini, berjabat tangan saling mengucap salam perkenalan.”
Setelah perkenalan singkat itu, kita terus saling tegur sapa lewat sms. Entah mengapa tiba-tiba aku ingin menceritakan hal yang semestinya tidak aku ceritakan pada orang yang baru kenal dengan diriku… oh… iya, ternyata namanya adalah egi. Kupikir dia hanya seorang anak kecil, coz… nama di facebooknya dark kids, ternyata dia seorang mahasiswa yang sudah tingkat akhir… betapa malunya diriku saat mengetahi hal itu… setelah itu, aku cerita bahwa aku ingin menghancurkan hidupku ini yang telah hancur.. betapa menyedihkannya diriku ini, sudah tidak ada sebuah kehormatan untukku hidup.
Ketika ku ceritakan kisah hidupku, aku pikir dia sudah tidak mau berkenalan dengan diriku… walau memang dia mau berkenalan, pasti hanya inginkan sesuatu dari diriku. Tapi ternyata semua prasangkaku pada dirinya semua salah. Dia malah terus support aku,memberikan terus pencerahan. Yang membuat diriku merasakan kembali sebuah harapan. Harapan yang sempat terkubur begitu dalam di hatiku.
Oh… TUHAN… mengapa ada orang yang sebaik dia, apakah dia malaikat yang kau berikan padaku untu menuntunku kembali pada hidupku yang menuju kebahagian??? Sumpah dia baik banget… walau sudah tahu diriku tak sesempurna cewek-cewek yang lain, tapi dia tidak pernah sedikitpun merasa jijik pada diriku… malah sebaliknya, dia terus memberikan kebaikan pada diriku, dan terus mendukung diriku.
Kucoba untuk menyuruh dia untuk menelepon aku, dan ternyata dia menelepon aku… disitu kita saling mengenal satu sama lain… saling bercerita segala hal… disamping itu aku coba untuk memancing dia,, apa sebaik perkataanya disms atau gak.. aku goda dia, membicarakan hal-hal yang sedikit mesum. Tapi tanggapannya begitu dingin, tidak tergoda sedikitpun. Apa benar semua itu??? Atau hanya pura-pura saja??? Apa memang masih ada cowok yang setulus dia memberikan kebaikannya pada diriku yang sudah tak sempurna.
Sempat aku tanyakan mengapa dia begitu baik pada diriku ini… dia hanya jawab karena kejujurannku. Aku semakin bingung. Tapi aku rasakan setelah aku berkenalan dengan dirinya, aku merasakan kenyamanan, ketenangan dalam diri ini. Aku kembali semangat untuk menempuh hidupku yang sempat terjatuh…
“Langit… Betapa indah hariku ini, saat bintang menghiasi luas langit-MU, bulan pun terseyum padaku.”
Pagi yang cerah menghiasi hatiku yang bahagia ini, kini aku merasakan kebahagiaan dalam hatiku setelah berkenalan dengan Egi. Semakin hari, aku rasa ada sesuatu yang berbeda dalam diriku. Semua yang teringat adalah semua ucapan dari egi. Entah mengapa aku ingin terus mengenal dia lebih jauh. Setiap kata-katanya membuat diri ini tersanjung. Aku selalu berkata padanya, apakah diriku ini akan mendapatkan seseorang yang mencintai diriku seperti adanya aku ini??? Dan egi selalu berkata pasti ada. Entah mengapa egi bisa seyakin itu mengatakan hal itu. Padahal diriku tak pernah bisa yakin akan mendapatkan kembali seorang pasangan dalam hidupku ini.
Tak lama setelah kita saling mengenal dia mengajak untuk bertemu. Aku tak pernah untuk berpikir dapat berjalan lagi dengan seorang cowok. Tapi aku terima ajakannya. Untuk menghapuskan semua penasaran dalam diri ini. Seperti apa sih sebenarnya seorang yang bernama egi ini.
Kita berjanjian untuk bertemu pada hari minggu. Kita berencana pergi ke ciwidey, ya sekalian aku ingin refresh. Seminggu aku tidak pergi. Hari minggu pun tiba, hari dimana aku berjanjian dengan egi. Aku suruh dia menjemputku, sampai depan jalan rumahku.
Sudah pada waktunya, akhirnya dia pun sampai, walau sempat bingung juga eginya, tapi akhirnya dia tahu jalan ke ruamahku. Setelah itu kita pun pergi seperti yang dijanjikan. Kita pergi ke ciwidey… kesan pertama aku lihat di, tidak ada yang istimewa dalam dirinya. Biasa saja seperti cowok kebanyakan.
Akh… sialnya, saat pergi ke tempat tujuan malah hujan.. seperti di film india kita pun hujan-hujannan. Lalu kita berteduh di sebuah warung. Sambil menunggu hujan reda. Kita pun saling bercerita. Ternyata egi orangnya pekerja keras, setia pada pendidikan, dan dalam hal agama dia tidak kosong. Semakin aku mengenalnya pada pertemuan pertama ini, aku semakin ingin mengenal dirinya. Ada rasa tertarik pada dirinya. Entah mengapa??? Walau pada pertemuan pertama ini, egi terlihat malu-malu pada diriku. Dia banyak diam. Tapi tajam tatapan matanya itu yang tidak kuat aku tahan. Apalagi ketika aku dengar suaranya, begitu membuat diriku tenang, nyaman saat ada disampingnya.
Setelah hujan reda, kita pun kembali pulang. Karena aku merasa dingin, sedikit aku peluk tubuhnya. Tak pernah aku sangka, tiba-tiba dia memegang tanganku. Berdebar hati ini. Entah mengapa??? Apa karena sudah lama aku tidak tersentuh oleh pegangan seorang cowok?
“Malam… Berdebar hatiku hingga bertalu genderang hati ini.”
“ Benarkah ini cinta ? yang akan aku dapatkan kini.”
Dibelai hangat sinar mentari, mencuri masuk lewat jendela. Semilir angin, menerpa wajah saat kubuka jendela, menyegarkan hati menyambut hari yang cerah. Yah… dimulai dari 8 mei 2011, itu perkenalanku dengan egi hingga akhirnya dia mengungkapkan isi hatinya. Egi berikan perhatian yang mungkin selama ini belum pernah aku dapatkan. Selalu dan selalu membuat diriku tenang. Sesaat terkadang egi berkata atau bercerita tentang pengalaman yang pernah dia alami, seakan dia memberikan pembelajaran padaku, pengalaman yang sangat berarti. Dan hidupku kini mulai mempunyai arah. Membuat tegar hatiku untuk menghadapi pahitnya langkah-langkah dalam hidupku.
“sebuah kata terucap indah, dia berikan padaku, sebagai tanda seluruh rasa yang ia tujukan padaku.”
Seminggu sudah dari pertama kita berkenalan, kita berdua menjadi lebih dekat. Aku mulai merasakan, ada getar yang berbeda dihati.
“Dunia… apa yang kini aku rasakan sesuatu yang indah?”
Seharian aku dan egi SMSan, saling bercerita. Kagetnya aku, egi ngajak kembali untuk bertemu kedua kalinya. Mengapa dia memberikan harapan padaku untuk bertemu kembali??? Apakah dia memang benar ingin mengenal diriku sejauh ini??? Walau begitu, aku terima ajakannya. Setelah kita terus bercerita dan bercanda lewat SMS. Pembicaraan kita pun berubah arah menjadi sedikit serius. Membicarakan tentang perasaan kita berdua. Aku coba untuk menanyakan, mengapa dia begitu baik pada diriku ini? Apa sebenarnya yang membuat dirinya begitu perhatian padaku, dan terus mendukung aku? Kembali membuat diriku semangat dalam hidup.
“Oh… TUHAN apa yang telah Engkau tuliskan dalam kertas takdirku ini?”
TUHAN… kenapa begitu cepat?!? Aku kaget… seketika rasa ini berubah entah apa namun membuat aku bahagia, membuatku tenang, menuju nirwana!!! Sudah tak dapat berucap, hanya termenggu ditengah galaunya hatiku. Ternyata egi mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatinya. Ternyata dia tertarik pada diriku. Dia suka pada diriku. Dia sayang pada diriku. Dia cinta pada diriku. Sungguh aku bimbang dengan semua perasaannku ini. Aku pikir, terlalu cepat, kita baru berkenalan baru seminggu dan bertemu hanya baru 1 kali, cepat banget kalau aku harus menjalani hubungan yang lebih dari pertemanan, yaitu pacaran. Namun entah mengapa sebenarnya perasaanku pun sama dengan apa yang di rasakan oleh egi. Bahwa aku pun suka pada dirinya, aku sayang pada dirinya. Aku pun mengungkapakn perasaanku pada dirinya. Setelah itu kita pun jadian. Jadi pacar.
Aku bosan diam
Aku ingin berteriak lantang
Menembus segenap celah dan semua lubang
Merasuk ke ujung gendang telinga semua orang
Aku mencintainya.
***
Kicau burung membangunkan aku dalam lelapnya tidurku, mentari pagi membelai mata membangunkan aku. Pagi cukup cerah bagiku. Mungkin juga cukup cerah bagiku untuk mencari arti dari semua perasaanku ini.
“Cinta… Kita tidak berubah menjadi cinta, kita yang sekarang ini adalah cinta.”
Setip detik aku rasakan semakin lambat, hingga jenuh diriku ini, kembali aku masuk dalam indahnya lamunanku. Kuputar kembali perkenalanku dengan egi, yang terekam dalam sel-sel otak ini. Aku akan coba tenangkan jiwa ini, kucoba menyusun semua rasa yang ada dalam hati ini.
“Ada saat aku menepis cinta ini, namun ada saatnya aku menerima cinta ini. Oh… cinta, abstrak bentukmu hingga tak dapat dan tak semudah ini aku meraih keindahan dirimu.”
Gelap rasanya hati ini, meraba jalan menuju jalan hatimu, terjaga aku dalam lamunanku. Ternyata semua perasaan ini nyata. Bukan hanya dalam mimpi yang setiap malam datang menemani tidurku dalam kelelapan. Cinta ini telah terbentuk nyata dalam hatiku. Dan ternyata dalam hatinya sudah terbentuk terlebih dahulu.
“Benarkah ini TUHAN yang harus aku jalani, dalam pena takdir yang ENGKAU tuliskan untukku. Sungguh aku tak sanggup lagi bila aku harus terjatuh kini, TUHAN kuatkanlah hati ini.”
Entah mengapa aku rasakan sebuah ketenangan saat aku memikirkan dirinya. Semua beban hilang begitu saja. Saat aku menjadi pacarnya. Semua hidupku berubah. Kembali menjadi cerah. Penuh akan harapan. Betapa bahagiannya diriku. Semua perlakuannya pada diriku, semua perkataanya pada diriku membuat diri ini melayang. Bagaikan seorang puteri dalam dongeng. Begitu istimewanya diriku dimatanya. Sebuah perhatian yang belum pernah aku dapat, sebuah cinta yang belum pernah aku raih, kasih sayang yang begitu indah. Tak dapat aku menghindar dari cinta ini. Oh… TUHAN mengapa diriku ini, perasaan ini tak pernah tersusun degan rapih, semua bergejolak karena cintanya ini.
“Belahan jiwa yang sesungguhnya adalah seorang yang dapat saling melengkapi kebahagiaan masing-masing baik dalam suka maupun duka.”
Akhirnya hari-hari ini dimulai. Dengan satu harapan, ini akan jadi awal hari-hari yang indah untukku. Kini hari-hariku yang kulalui sangat berbeda dengan yang telah aku lalui. Baru kali ini aku merasakan kesungguhan cinta, dan ketulusan kasih sayang. Entah apa aku memang cocok untuk menjadi pacar egi, atau mungkin memang benar-benar sayang egi. Kini aku semakin tahu dia benar-benar baik. Dia begitu mempesona. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat ku semakin ingin mengetahui seperti apa dirinya.
“Kau selalu hadir untukku, baik aku menginginkannya ataupun tidak. Terima kasih. Kau tak bisa melepaskan aku lagi sekarang – kau terperangkap untuk selalu bersamaku!”
“AKU SAYANG KAMU”
Dalam menulis kisah cintaku ini aku hanya ingin bahagia. Suka, duka, tangis tawa, selalu hanya dengan mu EGI.
TUHAN… izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih pada Egiku yang telah menulis kisah cerita indah di lembar-lembar hidupku, pengalam bagiku, indah, mengesankan, dan menyakitkan. Karena Egi sudah mengerti indahnya cinta dan pahitnya cinta, aku tak akan menyesali kisah ini, jalanku masih panjang, semua ini harus aku lalui dengan mata terbuka.
Sekarang aku merasa seolah-olah mendapatkan kekuatan baru. Kekuatan untuk tetap bertahan dan kembali memulai sesuatu yang baru. Aku baru sadar bahwa hidup adalah anugerah terindah yang dimiliki seorang manusia. Oleh karena itu hidup harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Teruslah berjuang menggapai cita dan cinta. Aku baru sadar bahwa sebelum aku berhenti dan menyerah aku belum kalah.
Terima kasih TUHAN…
“satu yang aku harap, semoga kisah cintaku ini menjadi yang terindah dan terakhir.”
Saat ini hari-hari ku jalani bersamanya. Terima kasih TUHAN untuk hari-hari yang telah aku lalui dan hari-hari yang akan aku lalui. Terima kasih karena Engkau telah memberi rasa cinta ini kepadaku melalui dia.
“Cinta memang tak punya mata tetapi cinta punya hati…”